PENDIDIKAN KHUSUS DI PERGURUAN TINGGI

Oleh Yuswan

Dalam rangka  memperluas kesempatan dan meningkatkan mutu pendidikan khusus dan pendidikan layanan khusus bagi mahasiswa di perguruan tinggi serta dalam rangka  melaksanakan ketentuan pasal 32 ayat (3) Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi telah diterbitkan Peraturan Menteri Riset, Teknologi  dan Pendidikan Tinggi Nomor 46 Tahun 2017.

Sementara  Peraturan Menteri Riset, Teknologi  dan Pendidikan Tinggi Nomor 46 Tahun 2017  memberi kesempatan atau peluang  kepada Perguruan Tinggi untuk menerima ABK sebagai mahasiswanya sebagaimana tertuang dalam pasal 4 ayat (3) yang  menetapkan “Perguruan tinggi dapat menyelenggarakan program tertentu bagi mahasiswa berkebutuhan khusus”. Tentunya  penetapan ini dalam arti hanya ABK dalam kluster IQ normal.

Ketentukan ini sangat fleksibel disesuaikan dengan kesadaran dan  kemampuan Perguruan Tinggi yang bersangkutan bukan  mewajibkan. Pasal 9 memberikan rambu kebersamaan antara pihak Perguruan Tinggi dengan Kementerian Ristekdikti dalam menjamin terlaksananya peraturan ini dengan penyediaan dana dan fasilitas yang dibutuhkan.

Hal ini sangat menguntungkan ABK, karena berdasar permen Ristekdikti ini dapat dimaknai bahwa sebenarnya menangani  ABK di Perguruan Tinggi bukan beban tetapi dilandasi i’tikad baik.

Bila Anda membutuhkan lebih lanjut kentuan ini  tentang  Permenristekdikti Nomor 46 Tahun 2017 silakan download dengan KLIK AKU