MATER ORTOPAEDAGOGIK

MODEL, MEDIA, DAN EVALUASI

PEMBELAJARAN ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS DI SEKOLAH LUAR BIASA

Oleh : Drs. Munawir Yusuf, M.Psi.

Posted  by : Yuswan

Hakikat pembelajaran menurut Joyce dan Weil (1986) adalah membantu siswa memperoleh informasi, ide, ketrampilan, nilai, cara berpikir, sarana untuk mengekspresikan dirinya, dan cara-cara belajar bagaimana belajar. Tujuan jangka panjang kegiatan pembelajaran adalah mambantu siswa mencapai kemampuan secara optimal untuk dapat belajar lebih mudah dan efektif di masa datang. Untuk mencapai hal tersebut perlu kerangka pembelajaran secara konseptual (model pembelajaran) yang menentukan tercapainya tujuan pembelajaran. Menurut Winataputra (2001), model pembelajaran adalah kerangka konseptual yang melukiskan prosedur yang sistematis dalam mengorganisasikan pengalaman belajar untuk mencapai tujuan belajar tertentu, dan berfungsi sebagai pedoman bagi para perancang pembelajaran dan para pengajar dalam merencanakan dan melaksanakan aktivitas pembelajaran. Dalam tingkatan operasional model pembelajaran sering dipertukarkan.

Ada banyak model atau strategi pembelajaran yang dikembangkan oleh para ahli dalam usaha  mengoptimalkan hasil belajar siswa. Diantaranya Model Pembelajaran Kontekstual, Model Pembelajaran Koopertif, Model Pembelajaran Quantum, Model Pembelajaran Terpadu, Pembelajaran Berbasis Masalah (PBL).

Banyaknya model atau strategi pembelajaran yang dikembangkan para pakar tersebut tidaklah berarti semua pengajar menerapkan semuanya untuk setiap mata pelajaran karena tidak semua model cocok untuk setiap topik atau mata pelajaran. Ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan dalam memilih model atau strategi pembelajaran, yaitu: 1) tujuan pembelajaran yang ingin dicapai, 2) sifat bahan/materi ajar, 3) kondisi siswa, 4) ketersediaan sarana-prasarana belajar. Lebih khusus, Killen (1988) dan Depdiknas (2005) dalam Sanjaya (2006) menjelaskan ada 8 prinsip dalam memilih strategi pembelajaran, yaitu: 1) berorientasi pada tujuan, 2) mendorong aktivitas siswa, 3) memperhatikan aspek individual siswa, 4) mendorong proses interaksi, 5) menantang siswa untuk berpikir, 6) menimbulkan inspirasi siswa untuk berbuat dan menguji, 7) menimbulkan proses belajar yang menyenangkan, serta 8) mampu memotivasi siswa belajar lebih lanjut.

          Tidaklah setiap model atau strategi pembelajaran mampu mengembangkan 8 prinsip penggunaan model pembelajaran. Setiap model pembelajaran memberikan tekanan pada aspek tertentu dibandingkan model pembelajaran lainnya. Oleh karena itu, setiap pengajar dapat memilih model pembelajaran tersebut secara bergantian atau simultan sesuai dengan tujuan pembelajaran yang ingin dicapainya.

Guna memahami selengkapnya silakan KLIK  judul materi yang diinginkan :

  1. MODEL, MEDIA, DAN EVALUASI PEMBELAJARAN ABK DI SLB
  2. ORTOPEDAGOGIK SEBAGAI PROFESI
  3. ORPED PARADIGMA BARU PLB
  4. ORTOPEDAGOGIK SEBAGAI ILMU
Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s