SMPLB DAN SMALB KEKURANGAN GURU KETERAMPILAN

gambar anak praktek mengelas

Oleh Yuswan

Keberadaan guru SLB di Indonesia cukup dilematis. Di satu sisi memiliki tugas layanan pendidikan bagi Peserta Didik Berkebutuhan Khusus (PDBK) yang  cenderung  berorientasi kualitatif indifidual,  di lain pihak harus memenuhi tuntutan administrasi sesuai regulasi yang ada.

Masalah muncul karena sebagian besar pengangkatan guru SLB berawal dari guru SDLB yang diangkat berdasarkan Inpres Nomor 07 Tahun 1983   yang  hanya atas dasar pemenuhan jumlah guru SDLB,  dan perkembangan  terakhir mereka  juga bertugas mengajar jenjang SMPLB dan SMALB.  Guna kepentingan sertifikasi  karena SDLB  sebagai guru kelas maka mereka sertifikasi dalam  kelompok guru kelas kode 027 dan beberapa tahun terakhir ada yang mutasi status dari guru kelas menjadi jenis guru PLB .  Berdasarkan Permendikbud Nomor  46 Tahun  2016 jenis guru di satuan pendidikan khusus, jenjang SDLB hanya guru kelas dengan kode 027 dan guru PLB dengan kode 800, sedangkan untuk SMPLB dan SMALB  jenis guru yang ada guru matapelajaran (sesuai kode mapel di SMP dan SMA umum)  dan guru Pendidikan Luar Biasa dengan kode 800.

Struktur kurikulum terbaru berdasarkan Peraturan Dirjend Dikdasmen  Nomor  : 10/D/KR/2017 Tanggal : 4 April 2017 tentang Struktur Kurikulum, KI-KD dan Pedoman Implementasi Kurikulum 2013 Pendidikan Khusus,   alokasi waktu pelajaran keterampilan di SMPLB adalah 18 jam perminggu dan untuk jenjang SMALB adalah 26 jam pelajaran  perminggu. Konsekwensinya setiap 4 (empat) kelas /rombongan belajar di SMPLB membutuhkan 3 (tiga) guru keterampilan    dan setiap 1 (satu) kelas/rombongan  di SMALB membutuhkan 1 (satu) orang guru keterampilan.

Sebagai ilustrasi apabila beban mengajar minimal 24 jam pelajaran perminggu untuk satu guru, maka bagi sebuah SLB A, B, C dan D jenjang SMALB  yang masing-masing memiliki rombongan belajar (Rombel) maka membutuhkan guru keterampilan sebanyak  4 (jenis ketunaan) x 3 (rombel) atau 12 orang, Hal ini  karena didalam struktur kurikulum SMALB terdapat mata pelajaran program pilihan dengan alokasi waktu 24 jam pelajaran bagi kelas X (sepuluh) dan 26 jam pelajaran bagi kelas XI (sebelas) dan XII (dua belas). Jadi setiap rombongan belajar (kelas)  membutuhkan seorang guru keterampilan.

Padahal saat ini sebagian besar SLB tidak memiliki guru S1 Keterampilan. Dengan demikian dampak  pelaksanaan   Permendikbud Nomor  46 Tahun  2016   dan Peraturan Dirjend Dikdasmen  Nomor  : 10/D/KR/2017 Tanggal : 4 April 2017  terjadi  kekurangan guru keterampilan  di SMPLB dan SMALB.

 

Demikian sekelumit kebutuhan guru keterampilan SLB.

Tentang IGPKhI JATENG

Saya bertugas sebagai guru SLB Negeri CILACAP, Domisili di jalan Gereja- Purwokerto
Pos ini dipublikasikan di Edukasi. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s