UNDANGAN SEMINAR LPPM PLB UNS – APPKHI PUSAT

Posted By : Yuswan

Kita boleh berbangga bahwa perjalanan Satuan  Pendidikan Khusus (TKLB, SDLB, SMPLB, SMALB dan SLB satu atap) dari segi kemajuannya terbilang cukup signifikan di dekade 10 tahun terakhir. Akan tetapi dilihat dari segi kualitas layanan  dapat dibilang masih cukup jauh tertinggal bila dibanding penanganan terhadap layanan pendidikan bagi sekolah reguler di luar satuan pendidikan khusus.

Bahkan disadari atau tidak…munculnya layanan pendidikan khusus melalui program Inklusif  (menurut pemahaman penulis)  dapat dinikmati sebagai bentuk teguran halus atas kualitas layanan pendidikan oleh satuan pendidikan khusus kepada  Anak Berkebutuhan Khusus (ABK). Logikanya kalau kualitas layanan pendidikan melalui satuan pendidikan khusus dapat memenuhi harapan, maka program inklusif hanya merupakan alternatif saja.

Sebagai pelaksana layanan pendidikan khusus melalui satuan pendidikan khusus adalah sangat bijaksana manakala BERKENAN MEMBANTU Anak Berkebutuhan Khusus untuk mendapatkan haknya sebagai anak bangsa yakni layanan pendidikan yang bermutu  sesuai kebutuhan anak, bukan sesuai keinginan. Caranya adalah kebersamaan dalam memahami solusi saat ini dan merumuskan solusi yang akan datang…

Layanan pendidikan khusus melalui sekolah inklusif  diantaranya sebagai ralisasi dari deklarasi dakar yakni ” education for all” . Bentuknya, kalau kita mampu memberikan layanan pendidikan bagi anak non ABK di sekolah reguler, maka peserta didik ABK juga berhak sekolah di sekolah reguler bergabung dan bersosialisasi dengan peserta didik non ABK… Pertanyaannya adalah seberapa jauh sekolah reguler dapat memenuhi kebutuhan pendidikan ABK ,,,?

Lho maksudnya ?.

Begini Om…. Permendiknas No. 70 tahun 2009 pasal 2 ayat 1 dengan tegas memberikan kesempatan bagi ABK  memperoleh pendidikan yang bermutu sesuai kebutuhan dan kemampuannya. Pendidikan yang bermutu sesuai kebutuhan dan kemampuannya hanya bisa diberikan oleh tenaga pendidik yang mengenal karakteristik, kemampuan dan kebutuhan anak didik bukan oleh siapa yang mau dan menginginkan…

Kalau selama ini layanan pendidikan khusus oleh satuan pendidikan khusus dengan tenaga pendidik yang mengetahui, mengenal dan memahami kebutuhan Anak Berkebutuhan Khusus  dianggap belum sesuai harapan secara kualitas… Apalah jadinya kalau-seandainya-umpama-misal dengan terpaksa layanan pendidikan khusus ditangani oleh tenaga pendidik yang (menurut hemat penulis) masih harus belajar mengetahui, mengenal dan memahami karakteristisk dan kebutuhan ABK selaku anak didiknya. Apakah dapat menjawab pertanyaan diatas ? Semoga bisa…!

Guna mengetahui bagaimana perkembangan lebih lanjut perihal pendidikan non diskriminatif maka diberitahukan dengan hormat bahwa Pusat Studi Divabilitas LPPM  Prodi PLB UNS   bekerjasama dengan APPKhI Pusat bermaksud menyelenggarakan  seminar sehari dengan tema  : “PENDIDIKAN NON DISKRIMINATIF UNTUK ANAK DENGAN DIVABILITAS/ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS”.
Sehubungan hal tersebut kepada Yth  seluruh Bapak dan Ibu Kepala Sekolah SLB, SDLB, SMPLB dan SMALB di wilayah Provinsi Jawa Tengah diundang untuk dapat mengikuti seminar dimaksud.

Undangan selengkapnya silakan KLIK:UNDANGAN SEMINAR LPPM PRODI PLB UNS – APPKhI PUSAT

Atas kesediaan memenuhi undangan ini diucapkan terima kasih.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s