SEJARAH KURIKULUM PLB

    f348f-buku     

Oleh : Sunardi

           Posted by : Yuswan

       Pendidikan Luar Biasa mengalami perkembangan sangat pesat dalam beberapa  dasa warsa terakhir. Perkembangan terjadi dalam berbagai aspek, termasuk  definisi dan peristilahan, kriteria seleksi, sistem layanan, pembelajaran, asesmen, dan juga pada tehnologi adaptif, sarana dan prasarana penunjang bagi anak  berkebutuhan khusus.

       Dalam hal definisi dan peristilahan, cakupan anak  berkebutuhan khusus (ABK) terlihat semakin luas, dari yang semula hanya  meliputi anak – anak penyandang kelainan yang mencolok dan secara signifikan  jauh berbeda dari anak-anak normal, menjadi semua anak yang memang memerlukan layanan khusus untuk dapat mengikuti pembelajaran bersama teman sebayanya. Dalam hal sistem penempatan, berbagai alternatif semakin tersedia, dari lingkungan yang sepenuhnya segregatif (paling terbatas / terikat) sampai yang sepenuhnya inklusif.   Dalam hal asesmen, tuntutan layanan asesmen yang komprehensif, kontinu dan tidak diskriminatif semakin tinggi. Demikian juga, berbagai teknologi semakin tersedia yang dapat dimanfaatkan oleh ABK.

      Berbagai perkembangan tersebut tidak terlepas dari perkembangan eksternal, seperti semakin tingginya pemahaman bahwa kehadiran ABK di lingkungan kita sebagai anugrah yang harus kita terima layaknya kita diterima oleh sesama kita. Selama ini kita sudah mampu menikmati jaminan  hak pendidikan dan perkembangan ilmu dan teknologi. Maka sudah selayaknya ABK juga mendapat kesempatan yang sama.

      Perkembangan pesat tersebut di atas berpengaruh terhadap strategi pengelolaan kurikulum / materi pembelajaran dan proses pembelajaran. Kebijakan standarisasi semua aspek pendidikan menuntut kurikulum yang standar bagi sekolah, termasuk bagi peserta didik berkebutuhan khusus. Sebaliknya, kecenderungan peningkatan  perhatian atas perbedaan individu peserta didik lebih menuntut kurikulum fleksibel dan individual. Pembelajaran yang semula berfokus pada guru semakin bergeser ke arah learner centered learning, yang memungkinkan peserta didik  memanfaatkan berbagai sumber belajar dengan pergeseran peran guru ke arah
sebagai fasilitator belajar. Perubahan dan perkembangan ini perlu difahami oleh semua pihak yang terlibat dalam pendidikan dan pembelajaran.

        Sehubungan hal tersebut sbagai bahan refrensi pembaca yang budiman berikut tulisan Sdr.  Sunardi dari PUSAT KURIKULUM BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL 2010  selengkapnya silakan KLIK : Sejarah_Kurikulum_PLB

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s