ISTILAH PENYANDANG DISABILITAS

PENYANDANG  CACAT

IDENTIK DENGAN PENYANDANG  DISABILITAS

Istilah penyandang cacat secara resmi digunakan oleh Pemerintah Indonesia   melalui penetapan UU No. 4 tahun 1997 tentang Penyandang Cacat. Undang-undang  memberikan rambu-rambu pembinaan kehidupan berbangsa  dari berbagai sisi, dengan harapan penyandang cacat dapat hidup sejajar dengan mereka yang tidak tergolong sebagai penyandang cacat.

Sangat disayangkan memang khusus dalam hal istilah atau sebutan Penyandang Cacat,  Pemerintah masih belum bisa menempatkan UU No. 4 Tahun 1997 sebagai acuannya. Hal ini dapat dicermati dengan lahirnya  istilah menurut sudut pandang masing-masing seiring perkembangan kepentingan berbagai pihak terhadap Penyandang Cacat.  Beberapa istilah atau konsep dalam tatanan resmi/formal  atau teknis diantaranya :

1.           Dunia pendidikan menekankan sebutan  anaknya  dikonsepkan pada kondisi kelainan

yang menimbulkan kesulitan dalam mengikuti pembelajaran,   antara lain    dalam :

(1)   UU N. 20 Tahun 2003   pasal 5  ayat (2) Warga negara yang memiliki kelainan fisik,       emosional, mental, intelektual, dan/atau sosial berhak memperoleh pendidikan khusus.
(2)   Permendiknas No. 1 Tahun 2008 menunjuk peserta didik dengan sebutan sbb : “ Pendidikan khusus meliputi peserta didik berkelainan dan peserta didik yang memiliki potensi kecerdasan dan bakat istimewa “.
(3)   PP No. 17 tahun 2010 pasal 129 ayat (1) Pendidikan khusus bagi peserta didik berkelainan berfungsi ….

2. UU RI nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak   menggunakan istilah Anak yang menyandang cacat.

3.  UU RI NO :  11 TAHUN 2009  pasal 9 ayat(2) … khusus bagi anak yang menyandang cacat juga berhak memperoleh pendidikan luar biasa, ….

Perkembangan terakhir Komnasham dan Kementerian Sosial memandang bahwa istilah penyandang cacat dalam perspektif bahasa indonesia mempunyai makna yang berkonotasi negatif dan tidak sejalan dengan prinsip utama hak asasi manusia sekaligus bertentangan dengan nilai-nilai luhur bangsa kita yang menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia;

Oleh karena itu berdasar  hasil seminar oleh Komnasham dan Kementerian Sosial tanggal 29 Maret – 1 April 2010, yang telah sepakat bahwa istilah penyandang cacat diganti menjadi :         “ Penyandang Disabilitas”  dan mengusulkan ke berbagai pihak untuk mau menerima kesepakatan tersebut.

Berkaitan hal tersebut  menurut hemat kami, Kementerian Sosial  sebagai bagian dari Pemerintah perlu adanya kebersamaan  dengan pihak kementerian lainnya dalam bersikap. Hal ini  guna menghindari hal yang kurang diinginkan dalam penggantian istilah dimaksud.

Sekedar saran saja, kita orang Indonesia alangkah bijaknya manakala berkenan  menggunakan Bahasa Indonesia dengan benar  dalam kesehariannya. Kami berharap pihak  Komnasham dan Kementerian Sosial berkenan memahami penggunaan istilah dari berbagai segi  disampin dari sisinya sendiri.  Harapan ini semata-mata demi terciptanya situasi  penggantian istilah Penyandang Cacat dengan istilah Penyandang Disabilitas tidak terkesan dipaksakan.

Demikian sekilas penggantian istilah penyandang cacat dengan penyandang disabilitas.


    Tinggalkan Balasan

    Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

    Logo WordPress.com

    You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

    Gambar Twitter

    You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

    Foto Facebook

    You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

    Foto Google+

    You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

    Connecting to %s