KOMPETENSI DAN INDIKATOR PROGRAM KHUSUS DI SLB EDISI 2017

Oleh Yuswan

Program layanan pendidikan bagi  Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) dewasa ini meliputi   berbagai hambatan yakni :

  1. Hambatan Penglihatan yang selanjutnya disebut peserta didik Tunanetra
  2. Hambatan Pendengaran dan Wicara yang selanjutnya disebut peserta didik Tunarungu
  3. Hambatan Kecerdasan yang selanjutnya disebut “peserta didik tunagrahita”.
  4. Hambatan otot, tulang dan sendi    yang selanjutnya disebut Tunadaksa
  5. Hambatan  interaksi , komunikasi dan perilaku, sosial yang selanjutnya disebut peserta didik autis

Kondisi hambatan secara kualitatif  cenderung bersifat sangat individual. Fakta di sekolah  ada kecenderungan terdapat perbedaan antar peserta didik yang bersifat spesifik.  Sebagai dampak hambatan dimaksud terdapat ada hilangnya sebagian, atau tidak berkembangnya kompetensi ABK  dibanding peserta didik non ABK. Oleh karena itu dibutuhkan program pengembangan atas sisa kompetensi yang dimiliki peserta didik.

Program pengembangan  dirancang untuk mengembangkan  sisa kompetensi, jadi diharapkan dalam memilih program didasarkan potensi pengembanganya bukan atas dasar  kompetensi yang hilang.

Guna kepentingan pembelajaran di sekolah,  Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI melalui Dirjend Pendidikan Dasar dan Menengah telah menetapkan bahwa :

  1. Pembelajaran program khusus berbasis kompetensi bukan atas dasar kelas.
  2. Kementerian telah merumuskan kompetensi dan indikator Program Khusus.
  3. Pelaksanaan pembelajaran program Khusus dapat bersifat fakultatif, sehingga tidak semua kompetensi harus diajarkan, melainkan hanya yang dibutuhkan peserta didik saja.

Adapun daftar Kompetensi dan Indikator  program khusus dimaksud dapat diunduh dengan KLIK  1 AKU KOMPETENSI DAN INDIKATOR PROGSUS 2017

Semoga bermanfaat ..

Sumber Gambar : http://majalah.hidupkatolik.com/2017/07/13/6173/membuat-bicara-anak-anak-tunarungu/
Iklan