PENDIDIKAN KETERAMPILAN PILIHAN di SLB

Oleh : Yuswan

Pemberlakuan  kurikulum 2013 di Satuan Pendidikan Khusus terakhir diperkuat dengan Perdirjen nomor  : 10/D/KR/2017 tanggal  4 April 2017  tentang Struktur kurikulum Pendidikan Khusus. Melalui Perdijen ditetapkan struktur kurikulum,  KI-KD dan Pedoman pelaksanaannya.

Pada kesempatan ini kita satukan persepsi terkait pembelajaran Pendidikan Keterampilan di SLB. Seberapa banyak alokasi waktu tersedia dan seberapa luas dan dalamnya materi pembelajaran dalam KI-KD yang ditetapkan.  Selengkapnyta sebagai berikut :

A. Pendidikan Khusus jenjang SDLB.

 Jumlah  jam pembelajaran seminggu  bagi jenjang SDLB   sbb :

Kelas 1, sebanyak                 30  jam  pembelajaran

Kelas 2 dan 3  sebanyak      32  jam pembelajaran

Kelas 4, 5 dan 5  sebanyak  36  jam pembelajaran.

Sesuai usia peserta didik SDLB secara fisik dan psikhis masih dalam masa pertumbuhan, maka mata pelajaran Pendidikan Keterampilan dikemas dalam matapelajaran Seni Budaya dan Prakarya.

Alokasi waktu  kelas 1, 2, 3 masing-masing  sebanyak 12 jam pelajaran dan  kelas 4,5,6  masing-masing sebanyak 14 jam pelajaran perminggu .

Dari segi materi mata pelajaran Seni Budaya dan Prakarya terdiri atas empat aspek yaitu seni rupa, seni musik, seni tari, dan seni teater.  Ketentuan pelaksanaan peserta didik hanya  mengikuti salah satu aspek yang disediakan untuk setiap semester, aspek yang diikuti dapat diganti setiap semesternya.

Jadi kita diingatkan  untuk memberikan pembelajaran sesuai ketentuan, sehingga didapat hasil penguasaaan atas aspek materi yang lebih baik.

KI dan KD mata pelajaran Senibudaya sebagai berikut : KETERAMPILAN DI SDLB

B. Pendidikan Khusus jenjang  SMPLB

Mata pelajaran Pendidikan Keterampilan di SMPLB  sesuai tingkat usia peserta didik belum masuk usia kerja sehingga dikemas dalam  kelompok Pra Karya. Jadi  kategori awal dari Keterampilan Vokasional (Pra Vokasional).

Mata pelajaran Pendidikan Keterampilan di SMPLB dengan alokasi waktu sebanyak 18 jam pelajaran.  Materi secara umum terdiri dari KERAJINAN, BUDI DAYA  dan PENGOLAHAN.

Lingkup materi adalah sebagai berikut :

a. Kerajinan  meliputi   kerajinan tangan dari aneka bahan.

b. Budidaya meliputi perikanan, peternakan dan pertanian.

c. Pengolahan materi dalam lingkup tataboga.

Kompetensi  sikap spiritual, sikap sosial, diperoleh melalui pembelajaran tidak langsung (indirect teaching), yaitu keteladanan, pembiasaan, dan budaya sekolah. Penumbuhan dan pengembangan kompetensi sikap dilakukan sepanjang proses pembelajaran. Sedangkan aspek pengetahuan dan aspek keterampilan  diperolah melalui pembelajaran langsung.

Secara teknis peserta didik diberi kesempatan  memilih satu bidang keterampilan yang disediakan oleh satuan pendidikan.

Adapun KI dan KD Keterampilan pilihan SMPLB silahkan KLIK : KI-KD PRAKARYA SMPLB

C. Pendidikan Khusus jenjang  SMALB

Jumlah  jam pembelajaran seminggu  bagi jenjang SMALB  sbb :

Kelas X sebanyak 42  jam pembelajaran.

Kelas XI dan XII masing-masing sebanyak 44  jam pembelajaran

Mata pelajaran Pendidikan Keterampilan di SMALB dengan alokasi waktu sebanyak  24  jam pelajaran bagi kelas X  serta  26 jam pelajaran bagi kelas XI dan XII. Peserta didik memilih satu bidang keterampilan yang disediakan oleh satuan pendidikan.

Satu hal yang perlu dipahami adalah Kepala Sekolah selaku penanggungjawab harus menyadari dengan alokasi waktu tersebut kebutuhan guru harus dimaklumi.  Hal ini karena untuk satu kelas membutuhkan satu guru keterampilan dengan beban mengajar 26 jam pelajaran. Misal untuk kelas Tunarungu 3 kelas dengan 26 jam x3 kelas = 78 Jam, dibuat maksimum membutuhkan 2 (dua) orang guru keterampilan.

Adapun KI dan KD Keterampilan pilihan SMALB silahkan KLIK : PENDIDIKAN KETERAMPILAN DI SMALB

Struktur selengkapnya KLIK AKU

Demikian sekilas Pendidikan Keterampilan di SLB jenjang SDLB, SMPLB dan SMALB. Semoga bermanfaat.

Pengambil kebijakan penyelenggaraan satuan Pendidikan Khusus jenjang SMALB sudah saatnya berbenah seirama dengan Inpres Nomor : 9 Tahun 2016 tentang Revitalisasi SMK dalam rangka meningkatkan kualitas dan daya saing SDM. Hal ini sangat diperlukan mengingat secara formal di satuan Pendidikan Khusus jenjang SMALB identik dengan SMK.

 

 

Iklan