PEDOMAN IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 PENDIDIKAN KHUSUS

Diedit Oleh  Yuswan

A. Latar Belakang

Pendidikan khusus yang dimaksud dalam pendoman ini adalah pendidikan bagi peserta didik yang memiliki kelainan fisik, emosional, mental, sosial, dan ditambah lagi masih mengalami hambatan intelektual.

Kebijakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dalam mengimplementasikan Kurikulum 2013 untuk pendidikan khusus atau sekolah luar biasa (SDLB, SMPLB, dan SMALB) dimulai pada tahun ajaran 2014/2015 untuk semua satuan pendidikan  dan dilaksanakan dengan pola secara bertahap.

Pelaksanaan secara bertahap yakni :

  1. Pada tahun ajaran 2014/2015 diawali dengan kelas I, IV, VII, dan X.
  2. Pada tahun ajaran 2015/2016 menyasar pada kelas I, II, IV, V, VII, VIII, dan X, XI.
  3. Pada tahun ketiga, yaitu tahun ajaran 2016/2017 kelas I, II, III, IV, V, VI, VII, VIII, IX, X, dan XI.
  4. Kemudian, pada tahun ajaran 2017/2018 seluruh kelas baik SDLB, SMPLB, maupun SMALB diharapkan telah melaksanakan Kurikulum 2013 untuk Pendidikan Khusus.

Agar pengimplementasian Kurikulum 2013 bagi peserta didik berkebutuhan khusus di seluruh Satuan Pendidikan Khusus (SDLB, SMPLB, dan SMALB) yang pada umumnya memiliki hambatan intelektual tetap berjalan dengan baik, maka diperlukan Pedoman Implementasi Kurikulum 2013 Pendidikan Khusus.

B. Landasan Hukum

Dalam penyusunan Pedoman Implementasi Kurikulum 2013 untuk Pendidikan Khusus ini berdasarkan pada beberapa peraturan perundang-undangan sebagai berikut.

  1. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
  2. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas.
  3. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2016 tentang Standar Kompetensi Lulusan Pendidikan Dasar dan Menengah.
  4. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 21 Tahun 2016 tentang Standar Isi Pendidikan Dasar dan Menengah.
  5. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2016 tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah.
  6. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2016 tentang Standar Penilaian Pendidikan.
  7. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2016 tentang Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar.

C. Hakikat Implementasi Kurikulum 2013 Pendidikan Khusus

Pemerintah, melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, telah melakukan serangkaian aktivitas pembaruan guna meningkatkan mutu, martabat bangsa dan negara melalui sumber daya pendidikan. Dari sekian banyak unsur sumber daya pendidikan, kurikulum merupakan salah satu unsur yang memberikan kontribusi yang signifikan untuk mewujudkan proses berkembangnya kualitas bangsa yang kuat dan bermartabat.

Kurikulum 2013 berbasis kompetensi yang telah dikembangkan sangat diperlukan sebagai instrumen untuk mengarahkan peserta didik menjadi:

  1. manusia berkualitas yang mampu dan proaktif menjawab tantangan zaman yang selalu berubah;
  2. manusia terdidik yang beriman danbertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri; dan
  3. warga negara yang demokratis dan bertanggung jawab.

Kompetensi dalam Kurikulum 2013 Pendidikan Khusus dirumuskan dalam Standar Kompetensi Lulusan (SKL), Kompetensi Inti (KI), dan Kompetensi Dasar (KD). Kompetensi dalam Kurikulum 2013 Pendidikan Khusus mencangkup tiga ranah yang memiliki lintasan perolehan (proses psikologis)yaitu

  1. Ranah sikap yang  dapat diperoleh melalui aktivitas “menerima, menjalankan, menghargai, menghayati, dan mengamalkan”.
  2. Ranah pengetahuan Pengetahuan dapat diperoleh melalui aktivitas “mengingat, memahami, menerapkan,menganalisis, mengevaluasi, mencipta”, dan
  3. Ranah keterampilan dapat diperoleh melalui aktivitas “mengamati, menanya, mencoba, menalar, menyaji, dan mencipta”.

Kurikulum 2013 Pendidikan Khusus menerapkan pendekatan proses berpikir ilmiah (saintifik) yang diperkuat dengan pendekatan, tematik terpadu (tematik antarmatapelajaran), dan tematik (dalam suatu mata pelajaran) perlu diterapkan pembelajaran berbasis penyingkapan/penelitian (discovery/inquiry learning), pembelajaran berbasis masalah (problem based learning) dan pembelajaran berbasis projek (project based learning).

D. Tujuan dan Fungsi Panduan

Konsep dasar dari penyusunan  pedoman implementasi kurikulum ini yakni :

  1. Bertujuan adalah untuk memandu guru, kepala sekolah, dan pengawas sekolah dalam mengimplementasikan Kurikulum 2013 Pendidikan Khusus.
  2. Berfungsi sebagai acuan dalam implementasi kurikulum secara opersional di sekolah khusus/sekolah luar biasa (SDLB, SMPLB dan SMALB).

E. Sasaran
Pengguna Pedoman Implementasi Kurikulum 2013 Pendidikan Khusus yakni: guru, kepala sekolah, dan pengawas sekolah.

Terkait informasi implementasi Kurikulum 2013 Pendidikan Khusus selengkapnya silahkan pahami melalui  :  PEDOMAN IMPLEMENTASI KURIKULUM PENDIDIKAN KHUSUS